AD (728x60)

Total Tayangan

Sabtu, 02 Juli 2016

Mengenaskan.. "Coelacanth" Tewas Menelan Sampah

Share & Comment
Sangat mengejutkan memang padahal karnivora ini adalah hewan yang hanya memakan daging, namun apalah daya sampah yang terlalu banyak dan laut yang terkontaminasi ini menewaskan salah satu ikan terganas di sungai amazon ini
Coelacanth
Dilansir natgeoindonesia di akun Instagram mengajak dan memaparkan tentang tewasnya ikan karnivor ini di Lautan Indonesia, Kalimatnya : Sahabat, kami hanya ingin mengingatkan kembali agar kita tidak membuang sampah ke badan air, seperti sungai, danau, dan pantai. Kami ingin Sahabat mengingat kembali kasus yang menimpa ikan laut purba colaecanth.
Pada 24 Mei 2012 Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Utara membedah perut seekor ikan purba yang telah mati. Dalam perut ikan coelacanth atau raja laut itu ditemukan banyak sampah plastik bekas makanan ringan yang mengisi lambung spesies ikan paling dilindungi oleh PBB itu.
beginilah mengenaskannya ikan yang menelan sampah di laut
Sebelumnya, kasus serupa menimpa ikan-ikan di sepanjang Teluk Manado hingga perairan Amurang dilaporkan oleh Masamitsu Iwata, peneliti Marine Aquarium Fukushima, Jepang, kepada aktivis lingkungan hidup Angelique Batuna. Batuna menduga Raja Laut memakan sampah-sampah yang mengambang di atas permukaan air.

Fakta itu jelas mengherankan. Sebab, ikan coelacanth berjenis karnivora itu pantang mengonsumsi selain daging. Menurut Alex Masengi, peneliti Universitas Sam Ratulangi, ikan Raja Laut bisa bertransformasi menjadi pemakan segala karena lingkungan sekitar sudah terkontaminasi.
Pada 2010 Dr Jenna Jembeck, kepala tim ilmuwan dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, mengkalkulasi jumlah sampah plastik yang beredar di lautan.

Hasil yang diperoleh dari pengolahan data internasional mengenai populasi sampah, sampah yang diproduksi, tata kelola sampah, dan kesalahan mengelola sampah mencapai 4,8 juta hingga 12,7 juta ton. Dari kisaran angka tersebut, para ilmuwan menetapkan 8 juta ton sebagai perkiraan kasar.

Pada 2010 sekitar 275 juta ton sampah plastik dihasilkan oleh 192 negara pesisir. “Kuantitas sampah plastik yang beredar di laut setara dengan 5 kantong belanja plastik yang menutupi setiap 30 sentimeter garis pantai di seluruh dunia,” kata Jembeck.

Tiongkok masih tercatat sebagai penyumbang sampah (plastik) laut terbanyak di dunia, yaitu sekitar 2,4 juta ton. Indonesia di posisi kedua. Tak dijelaskan berapa banyak sampah laut yang disumbangkan oleh Indonesia. 
Salah satu akun berkoar mengajak dan agak menyentil dari @waroengfrancais berkomentar di laman Nasional geographicJangan hanya kampanye tidak buang sampah ke air saja sahabat, tapi jangan lah buang sampah sembarangan DIMANA PUN!!”

Menanggapi kejadian itu Akun WWF-MarineBuddies.org di Facebook mencoba membagikan ulang, dengan mengajak para pengguna dan follower di Facebook untuk peduli sampah di lingkungan sekitar dan lingkungan perairan Indonesia yang amat luas ini, semoga tidak dengan koar koar saja namun dengan banyak tindakan yang di cetuskan lewat gerakan nyata agar Biota lautan, sungai, danau dan seluruh perairan dapat terselamatkan, dan semoga tak terjadi lagi kedua kalinya.


Tags: , ,

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Traffic

Popular Content

BannerFans.com

Search

Why to Choose RedHood?

Terjemahkan

Copyright © Aridhosayyid SEBUTIR ILMU, SEJUTA MANFAAT | Designed by Templateism.com